Kategori Berita

Prestasi Dosen

Menampilkan publikasi dan artikel dalam kategori Prestasi Dosen.

Pesta Gol 10-0! Tim Bola Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen di Piala Rektor Cup UNRI 2026 Prestasi Dosen
2026-09-28 • Admin Humas Unilak

Pesta Gol 10-0! Tim Bola Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen di Piala Rektor Cup UNRI 2026

UNILAK PEKANBARU – Tim sepak bola dosen karyawan Universitas Lancang Kuning ( Dokar Unilak) tampil menggila dan meraih kemenangan besar dengan skor fantastis 10-0 atas tim Kemdikdasmen. Laga tersebut berlangsung di Lapangan Bola Stadion Universitas Riau (UNRI) dalam rangka kompetisi Piala Rektor Cup UNRI 2026 memperingati Milad UNRI. Minggu 27 September 2026.‎‎Kemenangan telak ini semakin spesial karena tim dosen Unilak ikut bermain  Wakil Rektor III Unilak, Dr. Hardi, SE. yang berposisi sebagai striker, sebagai kapten tim Dr Susandri, Pelatih kepala Didik, dan manager tim Dr Adi Rahmat. ‎‎Permainan Dokar Unilak tampil sangat solid, kompak, dan dominan sejak menit awal hingga peluit akhir dibunyikan. Serangan tim kemdikdasmen berkali kali berhasil di patahkan pemain belakang Dokar Unilak. ‎Pesta gol Unilak dibuka cepat oleh Iga yang mencetak gol di menit ke-5. Iga yang tampil sangat tajam berhasil mencetak hattrick di babak pertama pada menit ke-5, 15, dan 25. Gol-gol lainnya disusul oleh Nandes di menit ke-7, Andi menit ke-30, dan Pak Nur menit ke-35, membuat skor babak pertama sudah 6-0 untuk keunggulan Unilak.‎Memasuki babak kedua, dominasi Unilak tidak mengendur. Sang kapten Dr. Hardi ikut mencatatkan namanya di papan skor lewat golnya di menit ke-60 yang disambut riuh rekan-rekan dosen. Kemenangan semakin lengkap setelah Pak Yoyok menambah gol di menit ke-65 dan Rizki yang tampil super sub mencetak brace di menit ke-70 dan 78, sekaligus mengunci kemenangan 10-0 untuk Unilak.‎Dr. Hardi usai pertandingan mengaku bersyukur atas kemenangan besar ini. Menurutnya, kemenangan ini adalah buah dari kekompakan dan silaturahmi antar dosen.  ‎"Alhamdulillah menang besar. Ini bukan soal skor, tapi kebersamaan dosen Unilak di ajang Milad UNRI, dan juga untuk kebugaran tubuh. Kami datang untuk silaturahmi dan menjaga sportivitas. Setiap tahunnya Unilak ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Terima kasih untuk UNRI yang telah mengundang kami di Piala Rektor Cup 2026 ini," ujar Dr. Hardi.‎Dengan hasil kemenangan telak 10-0 ini, tim sepak bola dosen Unilak untuk sementara berada di puncak grup, dan akan bertanding selanjutnya melawan tuan rumah Unri A. ‎‎Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa dosen Unilak tidak hanya unggul di bidang akademik dan Tri Dharma, tetapi juga memiliki jiwa sportivitas dan kekompakan yang tinggi di lapangan hijau.

Baca Selengkapnya
Unilak Cetak Dosen Profesional, Belasan Dosen Resmi Lolos Sertifikasi Dosen Nasional Prestasi Dosen
2026-09-23 • Admin Humas Unilak

Unilak Cetak Dosen Profesional, Belasan Dosen Resmi Lolos Sertifikasi Dosen Nasional

Unilak Riau - PEKANBARU – Kabar membanggakan datang dari Universitas Lancang Kuning (Unilak). Belasan dosen Unilak dinyatakan lolos dan resmi menyandang status dosen tersertifikasi pada program Sertifikasi Dosen (Serdos) tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Unilak dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik.‎Wakil Rektor I Unilak bidang Akademik Assoc Profesor Dr. Zamzami,S.Kom.M.Kom membenarkan kabar tersebut. Ia menyebutkan, para dosen yang lolos Serdos ini berasal dari berbagai fakultas di lingkungan Unilak dan telah melalui proses penilaian yang panjang dan ketat, mulai dari penilaian portofolio, Tridharma perguruan tinggi, hingga pernyataan sejawat dan mahasiswa.‎‎"Alhamdulillah, tahun ini belasan dosen kita berhasil lolos sertifikasi dosen. Ini adalah pengakuan negara terhadap kompetensi, profesionalisme, dan kinerja dosen. Tentu ini akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran di Unilak," ujar Dr. Zamzami saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).‎‎Menurut Dr. Zamzami, kelulusan Serdos bukan hanya sekedar mendapatkan tunjangan, tetapi merupakan tanggung jawab moral untuk terus menjaga kualitas. Dosen yang telah tersertifikasi dituntut untuk terus meningkatkan publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Unilak untuk menjadi universitas unggul di tingkat nasional.‎Adapun 15 dosen yang dinyatakan lulus tersebut berasal dari berbagai rumpun ilmu. Mereka adalah Andrie Herdiansyah, S.T., M.T. Dr. Burhan, S.E., Desma Harmaidi, S.E., M.Si, Dr. Karmila Sari, M.M. Masda Ulfa Arianti, S.Ars.,M.Ds. Dr. M. Firdaus, S.Pd., M.Pd. dan Muammar Revnu Ohara, S.I.Kom.,M.I.Kom.‎Selanjutnya, Dr. Muhammad Rawa El Amady. Rachmad Oky Syaputra, S.H., M.H Dr. Tri Anggara Putra, S.H., M.H. Vebby, S.Kom.M.Kom. Dr. Vonny Indah Sari, S.TP., M.P. dan Yogo Turnandes,S.Kom.M.Kom. Ahmad Ade Irwanda, ST. MM, Wentusasrapita. MM. ‎Sementara itu salah seorang dosen yang lulus serdos Ahmad Ade Irwanda merasa senang dapat lolos sertifikasi dosen. Alhamdulillah merasa bangga lolos serdos, Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalani selama ini dapat pengakuan dari negera, tentu kami ucapkan Terima kasih atas dukungan pimpinan universitas, dekan fakultas dan rekan dosen yang telah bersama sama memberikan pengabdian dalam bertugas  sebagai dosen. Ujar Ade yang sedang menempuh S3. ‎Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, diharapkan kualitas proses belajar mengajar di Universitas Lancang Kuning semakin unggul dan berdaya saing. Pihak universitas juga akan terus mendorong dan memfasilitasi dosen-dosen yang belum tersertifikasi untuk mengikuti pembinaan Serdos di tahun berikutnya.

Baca Selengkapnya
14 Dosen Unilak Meraih Kenaikan Pangkat Jabatan Akademik Lektor Kepala Prestasi Dosen
2026-09-08 • Admin Humas Unilak

14 Dosen Unilak Meraih Kenaikan Pangkat Jabatan Akademik Lektor Kepala

Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau kembali menorehkan prestasi di tahun 2026. Sebanyak 14 dosen Unilak berhasil meraih kenaikan pangkat jabatan akademik Lektor Kepala, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Capaian ini menambah daftar dosen di akademika Unilak, menunjukkan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.Adapun 14 dosen yang meraih jabatan bergengsi ini tersebar di berbagai fakultas di Unilak, meliputi Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan dan Vokasi, Fakultas Kehutanan dan Sains, Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik.14 dosen yang meraih kenaikan jabatan yaitu Dr. Sean Marta Efastri, M.Pd, Reswita, M.Pd, Dr. Dedi Zargustin, M.Si., Dr. Elvira Asril, S.Kom., M.Kom., Destina Kasriyati, M.Pd, Dr. Zulia Khairani, S.E., M.M., Cisilia Maiyori, S.H., M.H,Dr. Sri Rahayu Prastya Ningsih, S Hut, M.P,.Guntoro, S.T.., M.Kom.., S.T., M.Kom., Mta, Dr. Hadinoto, S.Hut., M.Si, Lisnawita, S.Kom., M.Kom, Dr. Neneng Salmiah, S.E.,M.M.,Ak.,Ca., Dr. Refika Andriani, M.Pd. dan Dr. Ir. Lusi Dwi Putri, S.T., M.TWakil Rektor I Unilak Bidang Akademik, Dr. Zamzami, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. "Alhamdulillah, selamat atas kenaikan jabatan akademik. Semoga dosen yang meraih jabatan Lektor Kepala dimudahkan lagi menuju Guru Besar atau Profesor, dan ini menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya," ujar Dr. Zamzami.Ia optimis, dengan dominasi dosen muda di antara para peraih Lektor Kepala, impian untuk meraih gelar Guru Besar akan lebih mudah tercapai. Dr. Zamzami menambahkan bahwa program percepatan Lektor Kepala dan upaya menuju Guru Besar adalah salah satu visi utama Rektor Unilak, Prof. Junaidi."Rasa bangga dan bahagia, jumlah dosen yang meraih lector kepala terus bertambah. Mudahan mudahan tahun depan semakin banyak dosen Unilak yang meraih jabatan guru besar. Kita akan terus mendorong dosen-dosen untuk kenaikan jabatan akademik, dan mendorong dosen untuk menyelesaikan studi S3/Doktor," tegasnya.Komitmen ini menunjukkan keseriusan Unilak dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi seluruh dosen."Semoga Unilak unggul dapat tercapai lebih cepat, dan mendorong rekan-rekan (dosen) lainnya untuk dapat termotivasi dan meningkatkan produktivitas," ungkap Dr. Zamzami.Kenaikan jabatan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh dosen Unilak untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan tinggi.Sementara itu Dr. Ir. Lusi Dwi Putri, S.T., M.T menyampaikan, Alhamdulillah, saya memanjatkan rasa syukur yang mendalam atas amanah Jabatan Akademik Lektor Kepala yang telah saya raih. Perjalanan ini tentu bukan proses yang singkat. Sejak pertama kali bergabung dan menjadi bagian dari Universitas Lancang Kuning pada tahun 2015, saya telah melalui berbagai proses pembelajaran, tantangan, dan perjalanan dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, pencapaian ini bukanlah semata-mata keberhasilan pribadi, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang dibangun bersama. Ada dukungan Pimpinan, Rekan sejawat, Fakultas, Program studi, serta seluruh pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan ruang, kepercayaan, motivasi, dan kesempatan kepada saya untuk terus bertumbuh hingga mencapai titik ini.“Secara khusus, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim PAK Universitas Lancang Kuning atas totalitas, kesungguhan, dan kerja keras yang luar biasa dalam mendampingi proses pengajuan Jabatan Akademik ini. Saya benar-benar merasakan bahwa proses ini tidak saya lalui sendiri. Kepedulian dan komitmen tim dalam mengawal setiap tahapan menjadi energi dan dukungan yang sangat berarti bagi saya. Bagi saya, capaian Lektor Kepala ini adalah milik bersama, karena sejak saya menjadi bagian dari Unilak pada tahun 2015, begitu banyak orang yang telah mengambil peran dalam perjalanan karier akademik saya. Semoga amanah ini tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas diri, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Universitas Lancang Kuning, masyarakat, dan dunia pendidikan.” Ujar Dr Lusi.

Baca Selengkapnya
Dosen Unilak Bantu Petani Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi Listrik Prestasi Dosen
2026-08-19 • Admin Humas Unilak

Dosen Unilak Bantu Petani Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi Listrik

Unilak Riau – Kotoran sapi selama ini identik dengan limbah yang dapat menimbulkan persoalan lingkungan. Namun, melalui penerapan teknologi yang tepat, limbah tersebut justru dapat diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal inilah yang dikembangkan Universitas Lancang Kuning (Unilak) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Peternak Sapi Sido Makmur, Jalan Hangtuah RT 05/RW 05, Kampung Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.Kelompok Peternak Sapi Sido Makmur yang diketuai Lasiman menjadi mitra dalam penerapan teknologi pengolahan limbah ternak menjadi energi terbarukan. Melalui program ini, kotoran sapi tidak hanya dikelola untuk mengurangi limbah peternakan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi biogas yang selanjutnya dapat digunakan untuk memasak dan menghasilkan energi listrik.Kegiatan PkM ini dipimpin oleh Ir. Latifa Siswati, M.P. selaku ketua tim, dengan anggota Dr. David Setiawan, S.T., M.T. dan Dr. Abrar Tanjung, S.T., M.T. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan empat orang mahasiswa serta satu orang tenaga administrasi dari unsur tenaga kependidikan Universitas Lancang Kuning.Keterlibatan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat. Program yang diterapkan di Peternak Sapi Sido Makmur tidak berhenti pada pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas. Tim PkM Unilak mengembangkan sistem yang mengintegrasikan biodigester, kompor biogas, genset biogas, Automatic Transfer Switch (ATS), dan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Melalui biodigester, kotoran sapi diproses secara anaerob sehingga menghasilkan biogas. Biogas tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor maupun sebagai bahan bakar genset untuk menghasilkan energi listrik. Salah satu pengembangan penting dalam program ini adalah penerapan ATS antara sumber listrik PLN dan genset biogas. Sistem tersebut dirancang untuk membantu melakukan perpindahan sumber listrik secara otomatis sesuai kondisi dan kebutuhan sistem, sehingga energi yang dihasilkan dari biogas dapat diintegrasikan dengan sistem kelistrikan yang digunakan oleh mitra. Selain itu, sistem monitoring berbasis IoT memungkinkan kondisi sistem dipantau secara digital melalui website dan Aplikasi berbasis Android. Dengan pendekatan tersebut, pengelola tidak hanya mendapatkan perangkat teknologi, tetapi juga memiliki sistem informasi yang membantu proses pemantauan dan pengelolaan teknologi secara lebih modern. Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lancang Kuning, Ir. Latifa Siswati, M.P., mengatakan bahwa program tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan berupa peralatan teknologi, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengembangkan teknologi sesuai dengan kebutuhan mereka. “Kami ingin teknologi yang diberikan kepada masyarakat tidak berhenti sebagai bantuan alat, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan, dioperasikan, dirawat, dan dikembangkan oleh kelompok mitra. Karena itu, program ini kami arahkan pada proses pemberdayaan dan transfer pengetahuan, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola teknologi secara berkelanjutan,” ujar Latifa.Menurutnya, peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari sistem energi alternatif berbasis sumber daya lokal. “Kotoran sapi yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya memiliki potensi energi yang cukup besar. Melalui biodigester, limbah tersebut dapat diolah menjadi biogas, kemudian dimanfaatkan untuk memasak dan menghasilkan listrik. Dengan dukungan sistem ATS dan monitoring IoT, kami mencoba mengembangkan sistem yang lebih terintegrasi dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini,” jelasnya. Latifa berharap penerapan teknologi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Peternak Sapi Sido Makmur, baik dari sisi lingkungan, energi maupun peningkatan kapasitas masyarakat.“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti setelah program selesai. Kelompok Peternak Sapi Sido Makmur dapat terus mengoperasikan dan merawat teknologi yang telah diterapkan, kemudian mengembangkannya secara mandiri. Kami juga berharap model ini nantinya dapat direplikasi pada kelompok peternak lainnya,” tambah Latifa. Kegiatan di Peternak Sapi Sido Makmur merupakan pengembangan dari pengalaman Universitas Lancang Kuning dalam menerapkan teknologi energi terbarukan pada kelompok masyarakat.Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebelumnya yang dilaksanakan pada peternak sapi di Tongonong, teknologi yang diterapkan meliputi biodigester lengkap, genset biogas, kompor biogas, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta sistem monitoring melalui aplikasi Telegram. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi tim untuk melakukan pengembangan teknologi pada kegiatan berikutnya. Jika pada program sebelumnya sistem energi alternatif mengombinasikan biogas dan PLTS dengan monitoring melalui Telegram, maka pada kegiatan di Peternak Sapi Sido Makmur dikembangkan sistem yang lebih terintegrasi melalui biodigester, kompor biogas, genset biogas, ATS antara PLN dan genset biogas, serta sistem monitoring berbasis IoT yang dapat diakses melalui website. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya proses pengembangan teknologi dari satu kegiatan PkM ke kegiatan berikutnya. Dengan demikian, program tidak sekadar mengulang kegiatan yang sama, tetapi melakukan penyempurnaan berdasarkan pengalaman dan kebutuhan masyarakat.Pemanfaatan limbah peternakan menjadi biogas memberikan manfaat ganda bagi kelompok peternak. Kotoran sapi dapat dikelola sehingga mengurangi potensi persoalan lingkungan, sementara hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.Konsep tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah sehingga menghasilkan nilai tambah.Bagi Peternak Sapi Sido Makmur, teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju sistem peternakan yang lebih ramah lingkungan dan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sendiri. Ketua Peternak Sapi Sido Makmur, Lasiman, mengapresiasi program yang dilaksanakan Universitas Lancang Kuning. Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga memberikan pengetahuan kepada kelompok peternak mengenai bagaimana limbah ternak dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi. Penerapan teknologi IoT menjadi salah satu aspek yang membedakan program tahun ini. Sistem monitoring memungkinkan kondisi sistem energi dipantau melalui website sehingga pengelola dapat memperoleh informasi mengenai kondisi sistem secara lebih mudah. Digitalisasi monitoring tersebut diharapkan dapat membantu kelompok peternak dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan sistem secara lebih efektif serta memberikan pengalaman baru dalam mengoperasikan teknologi berbasis digital. Integrasi antara biogas, pembangkitan listrik, ATS, dan IoT menjadikan program ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan sumber energi alternatif, tetapi juga pada pembangunan ekosistem teknologi yang dapat mendukung pengelolaan energi di tingkat masyarakat. Tim PkM Universitas Lancang Kuning berharap teknologi yang diterapkan di Peternak Sapi Sido Makmur dapat menjadi contoh bahwa sektor peternakan memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian energi masyarakat. Kotoran sapi yang dihasilkan dari aktivitas peternakan dapat diolah menjadi biogas, kemudian digunakan untuk memasak maupun menghasilkan energi listrik. Dengan demikian, terjadi siklus pemanfaatan sumber daya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kelompok peternak dalam mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi energi alternatif secara mandiri. Lebih jauh, Universitas Lancang Kuning mendorong agar model tersebut dapat dikembangkan menjadi konsep peternakan berbasis energi terbarukan dan teknologi digital, yang mengintegrasikan pengelolaan limbah, produksi energi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Ketua Tim PkM, Ir. Latifa Siswati, M.P., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang telah memberikan dukungan pendanaan melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, khususnya Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat,” ungkap Latifa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Lancang Kuning yang terus memberikan dukungan terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Universitas Lancang Kuning dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning atas dukungan dan support yang diberikan kepada tim sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya. Latifa menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan PkM tidak hanya ditentukan oleh tim perguruan tinggi, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat sebagai mitra. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lasiman beserta seluruh anggota Peternak Sapi Sido Makmur yang telah menerima, mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Universitas Lancang Kuning berupaya menghadirkan teknologi yang tidak hanya berada di laboratorium, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Dari kandang sapi, lahir energi. Dari limbah, tercipta manfaat. Dan melalui teknologi digital, peternakan masyarakat didorong menuju masa depan yang lebih mandiri, efisien, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.  

Baca Selengkapnya
Manuskrip Perang Siak di Tampilkan Dosen FIB Unilak di Konferensi Internasional di Abu Dhabi Prestasi Dosen
2025-10-31 • humas

Manuskrip Perang Siak di Tampilkan Dosen FIB Unilak di Konferensi Internasional di Abu Dhabi

Unilak Riau – Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unilak  Iik Idayanti .M.Hum menjadi narasumber dalam Konferensi Internasional Abu Dhabi Keempat tentang Manuskrip, 8-9 Oktober 2025. Judul makalah yang ia tampilkan "Codicological Approach in the Syair Perang Siak Manuscript (KL 154) Copied by Encik Mustafa" Kegiatan diadakan oleh Yayasan Kebudayaan Abu Dhabi dengan bekerjasama dengan Universitas McGill di Kanada dan mengundang para akademisi untuk membahas tema "Seni Visual dalam Manuskrip Arab dan Islam: Warisan Artistik dan Pengaruh Kontemporer". Iik Idayanti yang dihubungi Selasa, 15 Oktober 2025  mengatakan Konferensi ini bertujuan untuk mengeksplorasi signifikansi estetika dan budaya manuskrip Arab dan Islam, termasuk pengaruhnya terhadap seni kontemporer. Tema ini dibahas melalui berbagai topik, termasuk peran Abu Dhabi dalam pelestarian warisan budaya, kolaborasi global, signifikansi budaya dan estetika, serta peran teknologi digital dalam pelestarian naskah. Fokus utama konferensi ini yaitu Soroti Peran Abu Dhabi dalam Pelestarian Warisan Budaya,  Kolaborasi Global, Signifikansi Budaya dan Estetika, Analisis Teknik dan Gaya Artistik, Peran Teknologi Digital dalam Pelestarian Naskah, Acara dibuka oleh Y.M. Mohamed Khalifa Al Mubarak, Ketua Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi. Penelitilainya yang hadir Profesor Deep Saini, Presiden Universitas McGill, Fatema Al Tamimi, Direktur Manajemen Perpustakaan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi, Y.M. Mohammed Al Murr Ketua Perpustakaan Mohammed Bin Rashid, Dr. Mohammed Kamel Gad, Prof. Faysal Al Hafyan (Suriah) Prof. Yahia Imam Sulayman (Nigeria), Dr. Weld Matali Ahmed Mohamadu (Mauritania) Sabah Bin Muhammed PM (India),Encik Musthofa. Konferensi ini terbuka untuk para akademisi, peneliti, dan praktisi yang tertarik dengan studi manuskrip Arab dan Islam. Peserta dapat mempresentasikan hasil penelitian mereka dan berdiskusi dengan peserta lain. Iik yang sedang menempuh pendidikan S3 ini menyampaikan, kesimpulan materi bahwa naskah Syair Perang Siak (KL154) dapat dipandang sebagai sebuah palimpsest budaya yang hidup.  Sebuah teks yang memiliki banyak lapisan makna yang terbentuk dari waktu ke waktu. Naskah ini bermula sebagai syair istana tentang perang dan politik, lalu semakin kaya dengan hadirnya parateks seperti doa, catatan, dan bahkan tulisan pribadi masyarakat. Dijelaskannya Kolofon serta perjalanan peredarannya memberi nilai politik dan dinastik, sementara penyimpanannya di arsip kolonial menambah lapisan baru dalam kisahnya. Kini, kita membaca dan mempelajari KL154 sebagai warisan budaya yang masih hidup, yang mengingatkan kita bahwa naskah Melayu bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan rekaman hidup yang terus memberi makna dan inspirasi lintas generasi. “ Sangat senang rasanya tampil dalam konferensi internasional di Abu Dhabi dan mendapatkan dukungan dari pimpinan kampus. Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus meneliti dan mempromosikan naskah-naskah Melayu sebagai bagian penting dari identitas budaya kita di mata dunia” ujar Iik

Baca Selengkapnya
Dosen dan Mahasiswa S2 Ilmu Pertanian Unilak Lakukan Pengabdian Internasional di Tokyo Prestasi Dosen
2025-10-31 • humas

Dosen dan Mahasiswa S2 Ilmu Pertanian Unilak Lakukan Pengabdian Internasional di Tokyo

Unilak Riau - Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Pertanian (MIP) Universitas Lancang Kuning (Unilak) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang.Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Sekolah Pascasarjana Unilak dalam memperluas jejaring akademik internasional serta kontribusi riset di bidang pertanian tropis berkelanjutan dan teknologi ramah lingkungan. Dosen yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Dr. Indra Purnama, Dr. Yuliana Susanti, Dr. Hermiza Mardesci, dan Dr. Fawzia Novianti, bersama dua mahasiswa MIP yaitu Suraj Prakash Singh dan Nasruddin. Pengabdian ini berfokus pada diskusi dan desiminasi inovasi pengendalian hama dan penyakit tropis berbasis teknologi pemanfaatan biomassa, yang dikemas dalam bentuk sharing session dan knowledge exchange.Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Peru, Thailand, Jepang, dan Indonesia. Dalam sesi tersebut, tim Unilak memaparkan hasil riset terkait pemanfaatan biomassa sebagai bahan dasar pengendalian hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan. Teknologi ini dianggap relevan untuk menjawab tantangan pertanian tropis sekaligus mendukung target pertanian rendah emisi. Dr. Indra Purnama menjelaskan bahwa pengabdian internasional ini merupakan langkah konkret Unilak dalam membawa inovasi lokal menuju pengakuan global. “Kami ingin menunjukkan bahwa riset dari Indonesia memiliki nilai strategis untuk dikembangkan bersama mitra internasional. Teknologi biomassa yang kami kembangkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi pengendalian hama di kawasan tropis,” ujarnya. Sementara itu, Rektor Universitas Lancang Kuning, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., memberikan apresiasi atas keterlibatan dosen dan mahasiswa Unilak dalam kegiatan internasional tersebut. “Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Unilak terus melangkah ke arah internasionalisasi. Kami bangga dosen dan mahasiswa mampu berkontribusi dalam forum ilmiah dunia, sejalan dengan visi Unilak untuk menjadi universitas unggul dan berdaya saing di tingkat internasional,” ungkap Rektor. Dari pihak Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), kegiatan ini turut dihadiri oleh Prof. Ken Komatsu, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi tim Unilak. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat jejaring riset global. Pengalaman dan pengetahuan dari Indonesia, terutama terkait pertanian tropis, sangat berharga bagi kami di TUAT,” ujar Prof. Komatsu. Melalui kegiatan ini, Unilak menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di ranah global, sekaligus membangun reputasi akademik Indonesia di dunia internasional.

Baca Selengkapnya
UNILAK Prestasi Dosen
2025-10-20 • humas

Dua Dosen Unilak Dr Jeni Wardi dan Dr Adi Rahmat Naik Jabatan Fungsional Lektor Kepala

Unilak Riau-Universitas Lancang Kuning Riau (Unilak) berhasil mendapatkan kabar baik di awal tahun 2024, dimana 2 dosen mendapatkan kenaikan jabatan fungsional ke Lektor Kepala. Kedua dosen tersebut adalah Dr Jeni Wardi SE AK CA MAk Kaprodi Magsiter Manajemen Sekolah Pascasarjana Unilak, dan Dr Adi Rahmat SE MM dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unilak.  Surat Keputusan (SK) kenaikan jabatan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia bernomor Nomor 59/B/07/2024 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen tertanggal 2 Januari 2024 yang ditandatangani oleh Kepala Biro Sumber Data Manusia Ambar Musyarifah. Wakil Rektor I Unilak bidang Akademik Dr Zamzami.M.Kom  menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan atas capaian bertambahnya jumlah Lektor Kepala di lingkup universitas. Hal ini dianggap sebagai langkah penting dalam mencapai status universitas yang unggul. Sementara itu Dr Jeni Wardi SE MAk, CA mengatakan bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah memberikan rahmatnya karunianya bagi saya sehingga saya bisa mencapai pangkat fungsional Lektor Kepala. "Saya sangat berterima kasih sekali kepada pimpinan Unilak serta dekan Sekolah Pascasarjana dan tidak lupa pula bantuan dari badan penjaminan mutu  universitas yang sudah  membantu saya dalam menyiapkan dan menginput data-data ke sistem selancar pengajuan fungsional dosen. Ditambahkan Dr Jeni Wardi, keberhasilan ini menjadikan ini motivasi untuk lebih maju lagi dan juga memotivasi teman-teman sejawat yaitu  dosen Unilak untuk meningkatkan pangkat fungsional dosen mereka sehingga tentu akan menaikkan kredibilitas dan kinerja baik dari sisi kualitas maupun akreditasi Prodi maupun institusi. "Saya mendapatkan angka yang menurut saya luar biasa dan di luar prediksi saya yaitu hampir mencapai 600 Kum, mudah-mudahan saya bisa mengejar angka yang sedikit lagi menuju guru besar Insya Allah, ujar Dr Jeni Wardi. Kamis, 11 Januari 2024

Baca Selengkapnya
Profesor Junaidi Kembali Raih Gelar Doktor Dari Kampus Di Surabaya Prestasi Dosen
2025-10-20 • humas

Profesor Junaidi Kembali Raih Gelar Doktor Dari Kampus Di Surabaya

Unilak Riau-Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, kembali meraih gelar doktor pada Bidang Ilmu Manajemen di STIESIA Surabaya, Rabu, 8 Mei lalu. Junaidi mempertahankan disertasinya dalam Ujian Disertasi Terbuka di Kampus STIESIA Surabaya. Didepan para penguji yang merupakan Guru besar dan Doktor, yaitu Prof. Dr. Budiyanto, M.S (ketua) dengan  anggota  Dr. Ir. Agustedi, M.Si, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. (Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur), Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA, Dr. Ikhsan Budi Riharjo, S.E., M.Si., Ak., CA. dan Dr. Suwitho, M.Si, Prof Junaidi yang juga Ketua Dewan Pendidikan Riau ini berhasil mempertahankan disertasinya sehingga dinyatan lulus. Bahkan Junaidi memperoleh IPK 3,93 dengan prediket dengan pujian. Dihubungi saat masih di pulau jawa, Kamis, 9 Mei 2024, mengatakan, Ini adalah gelar doktor kedua yang diraih, gelar doktor pertama diraihnya di di Department of Media Studies di University of Malaya Kuala Lumpur, Malaysia. Sedangkan gelar doktor yang kedua ini dalam  bidang Ilmu Manajemen. "Saya merasa bersyukur, merasa sangat senang dapat menyelesaikan studi tepat pada waktunya. Salah seorang penguji adalah Prof. Dr. Dyah Sawitri,SE.,MM sebagai Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur. Beliau memberikan apresiasi kepada saya yang terus belajar dengan mengikuti program Doktor walaupun sudah profesor." ujar Prof Junaidi. Prof Junaidi mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung penyelesaian studinya di Stiesia Surabaya. Ia pun memberikan rekomendasi kepada orang yang berminat mengikuti studi S3 bidang manajemen ke Stiesia Surabaya. Program Studi S3 Ilmu Manajemen Stiesia Surabaya telah banyak menghasilkan lulusan. Atas keberhasilan meraih gelar Doktor, Prof Junaidi tercatat merupakan alumni doktor ke 143.

Baca Selengkapnya
Dosen Sekolah Pascasarjana Unilak Laksanakan Pengabdian di Jepang Prestasi Dosen
2025-10-15 • humas

Dosen Sekolah Pascasarjana Unilak Laksanakan Pengabdian di Jepang

Fuchu, Tokyo - Pada tanggal 12 Mei 2024, Tokyo University of Agriculture & Technology (TUAT) menjadi tuan rumah acara pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) TUAT. Acara ini bertajuk "Diseminasi Riset Pertanian Tropis: Tantangan dan Peluang Kerjasama Internasional," dan bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dan kolaborasi dalam bidang pertanian tropis di kalangan mahasiswa dan peneliti internasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema hibah pengabdian kepada masyarakat yang didukung oleh Sekolah Pascasarjana Unilak. Acara ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian tropis serta membahas potensi dan peluang masa depan dalam sektor pertanian ini. Selama acara, peserta yang terdiri dari mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara, termasuk Jepang, Indonesia, India, dan Malaysia, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan interaktif. Kegiatan dimulai dengan presentasi mendalam dari para ahli yang membahas isu-isu terkini dalam pertanian tropis, praktik pertanian berkelanjutan, dan teknologi pertanian inovatif. Presentasi ini memberikan wawasan yang mendalam dan menjadi dasar untuk diskusi lebih lanjut. Sesi diskusi kelompok yang dipandu oleh fasilitator juga menjadi bagian penting dari acara ini. Peserta berbagi pandangan, pengalaman, dan wawasan mereka tentang tantangan yang dihadapi dalam pertanian tropis serta solusi yang mungkin diterapkan. Diskusi ini tidak hanya memperkaya pemahaman kolektif tentang kompleksitas pertanian tropis tetapi juga mendorong terciptanya ide-ide inovatif yang dapat diterapkan secara praktis. Selain itu, proyek kolaboratif dalam kelompok kecil memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan. Salah satu fokus utama dari proyek ini adalah pengelolaan hama dan penyakit yang masif dalam sistem pertanian tropis. Peserta berupaya mencari solusi yang aman dan efektif, termasuk pemberian nutrisi untuk meningkatkan antibodi tanaman dan metode pengendalian hama yang ramah lingkungan. Pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, petani, dan konsumen, juga ditekankan dalam diskusi ini. Kegiatan ini juga membahas potensi besar dalam pertanian tropis yang dapat dimaksimalkan, seperti konversi biomassa menjadi energi dan produksi makanan serta minuman fungsional. Peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana teknologi dan inovasi dapat meningkatkan nilai tambah dalam sektor pertanian tropis, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada keberlanjutan dan peningkatan ekonomi lokal. Dr. Indra, salah satu penyelenggara acara, menyatakan bahwa kegiatan ini berhasil memperkuat jejaring antara mahasiswa dan peneliti internasional serta membuka peluang kerjasama yang lebih luas di masa depan. "Kami berharap bahwa melalui kegiatan ini, kita dapat mengatasi berbagai tantangan dalam pertanian tropis dan memaksimalkan potensi yang ada untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan berteknologi maju," ujar Dr. Indra. Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan kolaborasi internasional dalam bidang pertanian tropis dapat semakin diperkuat dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang terkait dengan pertanian. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan pertanian tropis yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan sejahtera bagi semua pihak yang terlibat.

Baca Selengkapnya