Kategori Berita

Prestasi Mahasiswa

Menampilkan publikasi dan artikel dalam kategori Prestasi Mahasiswa.

Keren! Produk Tas Dari Limbah Tutup Botol Mahasiswa Unilak Curi Perhatian di KMI Expo 2026 Purwokerto Prestasi Mahasiswa
2026-10-02 • Admin Humas Unilak

Keren! Produk Tas Dari Limbah Tutup Botol Mahasiswa Unilak Curi Perhatian di KMI Expo 2026 Purwokerto

Unilak Riau - PURWOKERTO – Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menunjukkan taringnya di ajang kewirausahaan tingkat nasional. Pada gelaran Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 yang digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, 29 September - 1 Oktober 2026, Unilak hadir dengan produk inovatif ramah lingkungan yang mencuri perhatian pengunjung.Tim Unilak yang lolos ke KMI Expo 2026 ini dibimbing oleh dosen pendamping Assoc Prof Dodi Sukma  dan Kepala P2K2 Unilak Arini, M.Si. Mereka membawa produk hasil kreativitas mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak dengan brand daur ulang limbah plastik, berupa gantungan kunci, tas, tempat tisu, hingga berbagai cinderamata dan pernak-pernik lainnya.Dosen pendamping Unilak Dodi Sukma menjelaskan, semua produk yang ditampilkan di KMI Expo 2026 ini 100% berbahan baku limbah tutup botol plastik yang diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi ini tidak hanya bernilai bisnis, tapi juga membawa misi edukasi peduli lingkungan dan pengurangan sampah plastik di Riau."Semua bahan baku dari limbah tutup botol plastik yang diubah menjadi tas, gantungan kunci, tempat tisu dan cinderamata. Alhamdulillah animo pengunjung luar biasa, jumlah pengunjung yang datang ke stand Unilak hampir 100 pengunjung setiap harinya," ujar Dodi.Kemeriahan stand Unilak semakin terasa ketika juri KMI Expo XVII dan Coach Wisnu dari pendamping nasional P2MW turut singgah ke stand Kehutanan Unilak. Selain itu, sejumlah dosen dari berbagai universitas di Indonesia juga mampir untuk melihat langsung proses pembuatan dan keunikan produk daur ulang tersebut.Adapun mahasiswa Unilak yang mengikuti KMI Expo tingkat nasional di Purwokerto ini merupakan tim dari Fakultas Kehutanan dan Sains yang lolos seleksi Kemdiktisaintek, yaituTim mahasiswa yang ikut tampil yaitu Juwita Putri Mawarni sebagai Ketua Kelompok. Anggota lainnya adalah Neneng Sutilawati, Evelyn Joice Angelica Hasibuan, dan Bunga Intan Indah P.  Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata komitmen Unilak dalam membangun jiwa entrepreneurship mahasiswa sejak dini agar mandiri dan mampu membuka usaha berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.KMI Expo XVII 2026 resmi dibuka pada Selasa, 29 September 2026. Acara pembukaan bertempat di Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah. Acara ini mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”.Sebanyak 395 kelompok usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ikut unjuk karya dalam pameran produk.

Baca Selengkapnya
Keren! Limbah Sabut Kelapa di Inhil Disulap Jadi CocoGuard untuk Cegah Abrasi Sungai di Reteh Prestasi Mahasiswa
2026-09-25 • Admin Humas Unilak

Keren! Limbah Sabut Kelapa di Inhil Disulap Jadi CocoGuard untuk Cegah Abrasi Sungai di Reteh

‎Unilak Riau - INDRAGIRI HILIR - Kabupaten Indragiri Hilir yang dikenal sebagai kawasan "Hamparan Kelapa Dunia" ternyata menyimpan inovasi lingkungan yang luar biasa. Dari produksi kelapa rakyat yang mencapai 310.706 ton pada tahun 2024, limbah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan optimal kini disulap menjadi solusi penyelamat lingkungan melalui proyek sosial bernama "CocoGuard_Ideation: Inovasi Limbah Sabut Kelapa Mitigasi Abrasi".‎‎Inovasi ini lahir dari kegelisahan akan persoalan abrasi dan longsor tebing sungai yang terus terjadi. Kondisi ini bahkan makin nyata, di mana pada Juni 2026 lalu Pemerintah Provinsi Riau melaporkan longsor di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, yang mengakibatkan 14 rumah terdampak dan empat rumah terseret ke sungai. Fakta ini menunjukkan abrasi bukan hanya ancaman, tapi persoalan nyata yang butuh mitigasi segera.‎‎Berangkat dari kondisi tersebut, Putri Louisa, Fariusman serta Nurul Adi Aidi dari mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning dan masyarakat menggagas proyek percontohan di Desa Sanglar dan Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, ‎Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan dosen pembimbing Assoce Profesor Dr Dodi Sukma. ‎‎Proyek ini akhirnya lolos pada program Pertamina Foundation PFmuda 2026 yang diumumkan pada awal September 2026 bersama dengan para mahasiswa dari berbagai kampus top di Indonesia. ‎‎Menurut Assoce Profesor Dr Dodi Sukma, lokasi ini dipilih karena memiliki dua potensi sekaligus: melimpahnya limbah sabut kelapa dan tingginya risiko pengikisan tanah di tepian sungai yang dataran rendah dan dipengaruhi aliran sungai.‎Cara kerja CocoGuard cukup cerdas dan ramah lingkungan. Sabut kelapa yang memiliki karakter kuat dan alami akan dikumpulkan dan diolah menjadi media berbasis serat alami bernama CocoGuard. Media ini kemudian dipasang di tebing sungai yang rawan abrasi sebagai pelindung awal permukaan tanah dari pengikisan. Penelitian Asha'ari et al. (2021) pun membuktikan, material berbasis kelapa dapat membantu mengurangi kehilangan tanah dibanding permukaan tanpa perlindungan. Ujar Dr Dodi. ‎Sementara itu ketua tim  Putri Louisa mengatakan,  yang membuat proyek ini istimewa, CocoGuard tidak hanya berorientasi teknologi, tapi juga pemberdayaan. Masyarakat dan kelompok pengolah sabut kelapa akan dilibatkan penuh mulai dari pengumpulan limbah, pengolahan sabut, pembuatan media, pemasangan di tebing sungai, penanaman vegetasi penguat tanah, hingga pemantauan. Pendekatan ini menggabungkan sabut kelapa sebagai pelindung jangka pendek dan vegetasi sebagai penguat jangka panjang.‎Manfaatnya pun berlapis. Secara lingkungan, mampu mengurangi abrasi secara alami. Secara sosial, meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Secara ekonomi, limbah yang tak bernilai kini memiliki nilai guna dan berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi yang membuka sumber pendapatan tambahan bagi kelompok pengolah sabut kelapa, sebut Putri. ‎‎Melalui konsep "dari limbah menjadi pelindung lingkungan", hamparan kelapa Inhil tidak hanya dipandang sebagai sumber komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai sumber material lokal untuk menjawab permasalahan lingkungan. Jika berhasil, model CocoGuard di Desa Pulau Kecil ini akan menjadi percontohan yang dapat dievaluasi dan direplikasi di titik rawan abrasi lainnya di Desa Sanglar maupun seluruh wilayah tepian sungai di Kabupaten Indragiri Hilir.‎‎"kami merasa senang atas lolos program Pertamina Foundation 2026. Tentu kami (mahasiswa) ingin berkontribusi bagi kemajuan daerah". Ujar Putri.

Baca Selengkapnya
Luar Biasa! Atlet Unilak Archery Club Borong 4 Medali di Kejurprov Panahan Rokan Hilir 2026 Prestasi Mahasiswa
2026-09-23 • Admin Humas Unilak

Luar Biasa! Atlet Unilak Archery Club Borong 4 Medali di Kejurprov Panahan Rokan Hilir 2026

Unilak Riau - PEKANBARU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak). Atlet yang tergabung dalam Unilak Archery Club berhasil memborong empat medali sekaligus dalam ajang Kejuaraan Panahan Provinsi (Kejurprov) yang digelar di Rokan Hilir, Riau.‎Tampil penuh percaya diri, dua srikandi Unilak Archery Club menjadi bintang di kejuaraan tersebut. Vani Fransisca, mahasiswi dari Program Studi Bisnis Digital, tampil gemilang dengan menyumbangkan tiga medali sekaligus. Sementara satu medali lainnya dipersembahkan oleh Indah Pistiyani dari Prodi Pendidikan Guru PAUD.‎‎Adapun rincian prestasi yang diraih yakni Medali Emas pada kategori Recurve Beregu Putri yang diraih oleh Vani Fransisca, Medali Perak pada kategori Barebow Beregu Putri yang diraih Indah Pistiyani, serta dua Medali Perunggu masing-masing di kategori Kualifikasi Recurve Umum Putri dan Eliminasi Recurve Umum Putri yang kembali diraih oleh Vani Fransisca.‎‎Capaian ini menjadi bukti nyata eksistensi Unilak Archery Club sebagai salah satu UKM olahraga prestasi yang konsisten melahirkan atlet berdaya saing. Di tengah kesibukan akademik, atlet Unilak mampu menunjukkan dedikasi dan mental juara hingga mampu bersaing dengan atlet-atlet panahan terbaik se-Provinsi Riau.‎Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.‎‎Wakil Rektor III Inilah Dr Hardi SE MM mengucapkan selamat kepada mahasiswa. Ini adalah capaian prestasi membanggakan. Kita mendorong mahasiswa Unilak mampu mengembangkan prestasi akademik dan non akademik, dan mahasiswa yang tergabung dalam Unilak Archery sering mendapatkan prestasi di berbagai kejuaraan. Semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. ‎‎Dengan slogan "UNILAK ARCHERY YES WE CAN", keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama Unilak di kancah olahraga provinsi, tetapi juga menegaskan komitmen Unilak sebagai kampus yang mendukung penuh pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang, termasuk olahraga panahan.

Baca Selengkapnya
Wan Anisa Mahasiswi Teknik Unilak Satu-satunya dari Riau Tembus Asian Games Jepang 2026, Pernah Raih Perunggu di Sea Games Thailand 2025 Prestasi Mahasiswa
2026-09-23 • Admin Humas Unilak

Wan Anisa Mahasiswi Teknik Unilak Satu-satunya dari Riau Tembus Asian Games Jepang 2026, Pernah Raih Perunggu di Sea Games Thailand 2025

UNILAK RIAU - PEKANBARU – Mahasiswi Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau kembali mencatat sejarah di dunia olahraga internasional. Wan Annisa Rachmadi, mahasiswi Fakultas Teknik Unilak, menjadi satu-satunya mahasiswi asal Riau yang berhasil lolos untuk memperkuat Timnas Sepak Takraw Indonesia di ajang Asian Games 2026 di Jepang. Atlet kelahiran Teluk Belitung, Kepulauan Meranti ini akan menjadi tumpuan Indonesia di nomor beregu putri.Di stadion Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jepang, Selasa 22 September 2026, Wan Anisa ikut andil dalam kemenangan Indonesia melawan Jepang dengan skor 3 -0. Wan Anisa menjadi pemain inti saat pertandingan, dengan nomor punggung 7 ia berkali kali berhasil melakukan smash bersih tanpa mampu dibendung pemain Jepang, dan mengantarkan lolos ke semi final.Capaian lolos ke Asian Games Jepang 2026 ini bukanlah kebetulan. Wan Anisa asal Kabupaten Kepulauan Meranti ini merupakan atlet berprestasi dengan jam terbang internasional yang tinggi. Sebelumnya, ia sukses meraih medali perunggu di SEA Games 33 Thailand 2025.Prestasi yang sama juga ia torehkan di SEA Games Kamboja 2023 di mana ia berhasil mengharumkan nama Indonesia dan Riau dengan medali perunggu. Di level nasional, Wan Anisa juga merupakan langganan juara. Berbagai medali telah ia persembahkan untuk Riau, seperti di Porprov, POMNAS Solo, Sumbar, dan Kejurnas. Bahkan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar di Padang pada Desember 2022, Wakil Rektor III Unilak Dr. Hardi, SE., MM., mengaku sangat bangga atas capaian anak didiknya tersebut. Menurutnya, Wan Anisa adalah mahasiswi berprestasi yang mampu membagi waktu antara kuliah yang kini tinggal menyusun skripsi dengan pemusatan latihan nasional yang sangat disiplin dan keras. “Dengan statusnya sebagai satu-satunya wakil mahasiswi asal Riau di Asian Games Jepang 2026, Wan Anisa diharapkan mampu kembali mengharumkan nama Indonesia, mari kita doakan di hari Kamis besok mampu meraih medali,” ujar Dr Hardi S.E., MM.

Baca Selengkapnya
PKM Unilak Lolos Pendanaan dari Kemendikbudristek Prestasi Mahasiswa
2026-06-17 • Administrator

PKM Unilak Lolos Pendanaan dari Kemendikbudristek

PKM Unilak raih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek 2026 melalui inovasi teknologi untuk mendukung literasi siswa tunarungu.Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Unilak yakni Habibi Ramadhan dan Ivan Jualiano Wowor berkolaborasi untuk meningkatkan kepedulian sosial yang diharapkan juga dapat berdampak pada masyarakat.Melalui gagasan tersebut, keduanya berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kemendikbudristek tahun 2026. Sebelum lanjut, kamu tahu tidak.... PKM itu apa?PKM merupakan salah satu program unggulan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tujuannya ialah mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi, penelitian, maupun solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Program ini merupakan program yang dinantikan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia setiap tahun.PKM yang baik seperti apa?Proposal yang baik salah satunya adalah proposal pengembangan dan berisi ide kreatif mahasiswa dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta berpotensi memberikan manfaat nyata dalam dunia pendidikan. Lalu apa pengembangan yang dilakukan oleh Habibi & Ivan?Inovasi dilakukan dengan menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR) dan sistem pemantauan berbasis Cloud. Proyek tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dan Sistem Pemantauan berbasis Cloud untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan pembelajaran siswa berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu. Tim yang diketuai Habibi ini mengusung proyek berjudul “Akselerasi Literasi Kognitif Siswa Tunarungu Melalui Ekosistem Realitas Tertambah dan Sistem Pemantauan Cloud Terintegrasi”. Keberhasilan 2 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Unilak ini menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide kreatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.Kenapa mengangkat tema ini?Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan, siswa tunarungu memiliki tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran karena keterbatasan dalam menerima informasi secara verbal.Meskipun berbagai metode pembelajaran telah diterapkan, kebutuhan akan media belajar yang lebih interaktif dan mudah dipahami agar proses pembelajaran berjalan secara optimal dalam bentuk 3d models. Melalui inovasi yang dikembangkan, mahasiswa berupaya menghadirkan sebuah ekosistem pembelajaran yang mampu mendukung peningkatan kemampuan literasi kognitif siswa tunarungu. Sistem tersebut dirancang agar siswa dapat memahami digital content dan materi pembelajaran dengan pendekatan visual yang lebih interaktif dibandingkan metode konvensional.Dalam dunia pendidikan inklusif, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi sebagai digital information untuk membantu peserta didik berkebutuhan khusus memperoleh user experience yang lebih baik. Teknologi mampu menjembatani berbagai keterbatasan yang ada serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif.Sebelum itu, kamu tahu tidak....Augmented Reality (AR) itu apa?Teknologi AR memungkinkan objek virtual ditampilkan ke dunia nyata melalui perangkat digital, sehingga pengguna dapat melihat dan berinteraksi dengan materi pembelajaran yang lebih menarik. Materi yang sebelumnya hanya disajikan dalam bentuk teks atau gambar dua dimensi dapat diubah menjadi visualisasi tiga dimensi yang lebih mudah dipahami.Peran projek ini terhadap guru dan orang tua?Bagi siswa tunarungu, pendekatan visual memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar. Dengan bantuan teknologi AR, berbagai konsep pembelajaran dapat ditampilkan secara lebih konkret sehingga membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.Selain itu, penggunaan teknologi interaktif juga dapat meningkatkan minat belajar dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Proyek ini juga berintegrasi pada sistem pemantauan berbasis cloud yang memungkinkan data pembelajaran tersimpan secara terpusat dan dapat diakses dengan mudah oleh guru ataupun orang tua.Sistem ini dirancang untuk memantau perkembangan siswa secara berkelanjutan sehingga proses evaluasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Melalui sistem berbasis cloud tersebut, guru dapat melihat perkembangan kemampuan siswa berdasarkan aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan. Data yang tersimpan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.Sementara itu orang tua juga dapat mengetahui perkembangan belajar anak secara lebih mudah tanpa harus menunggu laporan berkala dari sekolah.Kenapa harus Augmented Reality (AR)?Integrasi antara teknologi Augmented Reality dan sistem cloud menjadi keunggulan utama dari inovasi yang dikembangkan mahasiswa Unilak. Kedua teknologi tersebut saling melengkapi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya interaktif, tetapi juga terukur dan berkelanjutan.Pengembangan inovasi pendidikan seperti ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan inklusif di Indonesia. Pendidikan inklusif bertujuan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.Oleh karena itu, kehadiran teknologi yang mampu mendukung proses pembelajaran menjadi sangat penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan inklusif yang sejalan dengan tujuan dari Universitas Lancang Kuning.Apa tanggapan fakultas?Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unilak, Yogi Yunefri, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM tahun 2026. “Kami mengapresiasi capaian mahasiswa Fasilkom Unilak yang berhasil lolos PKM 2026. Ini membuktikan kolaborasi antara teknologi dan kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat” ujar Dekan Fasilkom di Pekanbaru.Menurut beliau, keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen fasilkom Unilak dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi berbasis teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.Tidak hanya itu, fakultas terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang unggul dan juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai permasalahan sosial.Dekan Fasilkom menilai bahwa keberhasilan mahasiswa pasti mengalami proses panjang yang telah dilalui mulai dari identifikasi masalah, penyusunan gagasan, perancangan solusi hingga penyusunan proposal yang kompetitif.Seluruh proses menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan riset, inovasi dan problem solving yang dibutuhkan untuk masa depan mahasiswa.Beliau turut berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat terus disempurnakan sehingga memberikan manfaat lebih luas di bidang pendidikan inklusif. Teknologi yang dikembangkan mahasiswa memiliki potensi yang melayani tidak hanya siswa tapi juga bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.Apresiasi juga tidak ketinggalan diberikan kepada dosen pembimbing yang mendampingi mahasiswa dalam proses penyusunan hingga pengajuan proposal PKM.Peran dosen dinilai sangat penting dalam memberikan arahan dan masukan sehingga ide yang dikembangkan dapat disusun menjadi proposal yang ready dan memiliki nilai inovasi yang kuat.“Peluang pendanaan seperti ini harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan riset yang berkualitas,” katanya.Harapan untuk mahasiswa ?Selain itu, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti program pendanaan dan pengembangan riset dari pemerintah. Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas, pengalaman penelitian serta memperluas dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat.Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna, mahasiswa Unilak berupaya menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan pendidikan inklusif di Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa berkebutuhan khusus sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan efektif.Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Lancang Kuning dalam mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.  Dukungan dari berbagai pihak yang telah berkembang diharapkan dapat terus menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif dan berkelanjutan di masa depan.

Baca Selengkapnya
Riau Raih Juara Umum Porwil Sumatra XI, 6 Mahasiswa Ikut Sumbang Medali Prestasi Mahasiswa
2025-10-20 • humas

Riau Raih Juara Umum Porwil Sumatra XI, 6 Mahasiswa Ikut Sumbang Medali

Unilak Riau-Penyelenggaraan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera XI di Provinsi Riau, telah selesai diselenggarakan, dan telah ditutup pada Senin, 14 November 2023.  Pada event ini, Riau sukses menjadi juara umum. Porwil XI Sumatera merupakan ajang seleksi untuk mengikuti PON ke-21 pada tahun 2024 di Provinsi Aceh dan provinsi Sumatra Utara. Selain sebagai ajang yang mengukir prestasi, momen ini dapat dijadikan sebagai wadah silaturahmi dan keakraban para Insan olahraga se Sumatera.  Diantara kebberhasilan Riau meraih juara umum, mahasisa Unilak ternyata iktu menjadi pahlawna dan mengharumkan nama nama Riau. Beberapa mahasiswa Unilak bahkan ikut menjadi peraih medali pada cabor cabor andalan Riau, seperti renang, sepak takraw dll. Sebantak 6 mahasiswa Unilak ikut menyumbang medali mereka adalah; Ananta Dwi Anjelina untuk cabor bola tangan putri raih medali emas yang merupakan mahasiswa Prodi PG PAUD Fadiksi, Nurul Aini Nabila dan Wan Anisa dari Sepak Takraw Putri medali emas, dan Kristian Natanael Simangunsong dari Fasilkom Unilak  untuk cabor E-sport, Dion Pramudana medali 2 emas, 1 perungggu untuk sepak takraw, dan Diva Anggraini meraih cabor renang. Diva anggraini mampu meraih 5 medali dengan rincian, 1 perak 4x100 estafet bebas, 1 perunggu 400 gaya ganti, 1 perunggu 200 gaya ganti, 1 perunggu 200 gaya dada, 1 perunggu 100 gaya punggung.  Selain mahasiswa, ternyata dua alumni Unilak juga menyumbangkan medali atas nama Rizanov cabang sepak takraw, dan Vannesa Evvato cabor renang. Sementara itu, Rektor Unilak Prof Junaidi, mengaku bangga atas pencapain mahasiswa Unilak yang mampu meraih medali untuk mengharumkan nama Riau di Porwil. Mereka adalah pahlawan olahraga Riau, perjuangan mereka patut ditiru dan diapresiasi. Selain 6 mahasiswa tadi mahasih banyak mahasiswa Unilak yang ikut ambil bagian dalam Porwil Riau, kami menghimbau kepada mahasiswa Unilak yang ikut membela Riau di Porwil dan meraih prestasi untuk dapat menyampaikan ke Unilak atau ke Fakultas, kita akan data dan terus dilakukan pembinaan dan koordinasi di tingkat Universitas.  "Selamat Untuk mahasiswa Unilak semoga ini bisa menjadi lompatan prestasi di kompetisi yang lebih tinggi, terlebih mereka pada saat PON 2024 di Aceh dan Sumut, sebut Prof Junaidi. Apresiasi bagi mahasiswa Unilak juga disampaikan oleh Wakil Rektor III Unilak bidang kemahsisswa dan kerjasama, Dr Bagio Kadaryanto SH MH mengatakan, dengan raihan prestasi ini maka makin membuktikan Unilak adalah kampus berprestasi, mahasiswanya penuh prestasi, usai dari Porwil Sumtra, beberapa mahasiswa Unilak telah berangkan ke POMNAS 2023 di Kalimantan untuk membela Riau, mari kita doakan mereka meraih medali dan harum nama Riau di pentas nasional. Untuk diketahui, Provinsi Riau berhasil memperoleh juara umum. Dengan perolehan 41 medali emas, 21 medali perak, dan 33 medali perunggu. Pada posisi kedua diraih oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil memperoleh dengan meraih 31 medali emas, 21 medali perak, dan 28 medali perunggu.  Sebagai informasi, sejumlah cabor dari Riau yang sukses meraih medali dan menjadi juara umum di antaranya, cabor renang 23 emas, 5 perak 9 perunggu. Kemudian barongsai, 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Sepak takraw, 7 emas, 1 perunggu, atletik 4 emas, 4 perak 9 perunggu. Wushu 1 emas, 2 perak 4 perunggu, bola tangan 1 emas 1 perunggu. Catur 1 emas 3 perak 5 perunggu. E-sport 1 perak dan 3 perunggu.   

Baca Selengkapnya
Mahasiswa Unilak Harumkan Nama Riau di Pomnas Kalimantan Selatan, Sumbang 2 Medali Prestasi Mahasiswa
2025-10-20 • humas

Mahasiswa Unilak Harumkan Nama Riau di Pomnas Kalimantan Selatan, Sumbang 2 Medali

Unilak Riau-Mahasiswa Unilak Riau berhasil mengharumkan nama Provinsi Riau dalam kompetisi nasional yakni Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional XVIII yang berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai tuan rumah yaitu Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Keberhasilan mahasiswa Unilak mempersembahkan medali bagi Riau dipersembahkan oleh Bima Pratama untuk cabang olahraga Silat kelas 55-60 kg yang meraih medali perak, dan Bambang Legito Silat kelas diatas 75 kg yang berhasil meraih medali perunggu.  Keberhasilan mahasiswa Unilak meraih medali disambut gembira oleh Wakil Rektor III Unilak Bidang Kemahasiswaan Dr Bagio Kadaryanto yang hadir langsung di Kalimantan Selatan. " Alhamdulillah mahasiswa kita berhasil meraih medali bagi Riau, semoga atlet kita yang turun juga dapat meraih medali, beberapa cabor potensial diantaranya sepak takraw, mari kota doakan mahasiswa kita dapat medali," ujar Dr Bagio Jumat 17 November 2023. Disebutkan Wakil Ketua Bapomi Riau ini bahwa, saat di Pomnas di Padang 2022, sepak takraw mempu menyumbang medali emas, perak dan perunggu, semoga di Kalimantan Selatan juga  dapat medali. Dalam laman Pomnas yang diakses, Provinsi Riau di Pomnas Kalsel berada pada peringkat 22 dengan 2 medali perak dan 3 perunggu total 5 medali. Beberapa atlet yang meraih lainya yaitu yaitu M Zamrizal meraih medali perunggu cabor atletik, Sila Safira medali perunggu atletik nomor lempar lembing, dan Merkan Siburian cabor Silat medali perak.      

Baca Selengkapnya
10 Mahasiwa Unilak Terima Beasiswa Dari Wakapolri Prestasi Mahasiswa
2025-10-20 • humas

10 Mahasiwa Unilak Terima Beasiswa Dari Wakapolri

Unilak Riau-Dalam kunjungan kerjanya ke Riau, Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, menyempatkan diri bertatap muka dan bersilahturahmi dengan perwakilan civitas akademika seluruh Kampus baik negeri maupun swasta yang ada di Riau di Balai Serindit, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Rabu (22/11/2023) siang, sekitar pukul 15.30 Wib. Dalam acara silahturahmi tersebut Wakapolri juga memberikan bantuan beasiswa kepada 150 mahasiswa yang berprestasi di Riau. Sebanyak 15 Perguruan Tinggi mengirim masing-masing 10 mahasiswa terbaiknya untuk memperoleh beasiswa. Mereka akan menerima uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu per orang selama 6 bulan berturut-turut. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 450 juta. Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, pemberian beasiswa bertujuan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. "Saya minta ini berkelanjutan. Kapolda menyiapkan bantuan sebesar Rp 450 juta untuk mahasiswa se Provinsi Riau," kata Komjen Agus.  Dia berharap kepada seluruh perusahaan dan bisnis perbankan yang ada di Riau turut memberikan perhatian dan sumbangsih dalam mendukung program pendidikan. "Bukan hanya sukses untuk keberhasilan usaha disini, tapi juga punya tanggungjawab buat masyarakat Riau," pungkasnya. Turut hadir dalam penyerahan beasiswa Rektor Unilak Prof Dr Junaidi yang juga Ketua Dewan Pendidikan Riau ini juga mengucapkan terima kasih kepada Wakapolri yang telah memberikan beasiswa, tentunya ini memberikan manfaat bagi mahasiswa kita yang kurang mampu. " Pak Wakapolri memiliki perhatian dalam dunia pendidikan, dan mahasiswa ini terlihat jelas, ke Riau langsung memberikan beasiswa kepada sejumlah kampus di Riau, pesan Wakapolri bahwa perbankan dan dunia usaha haru memberikan perhatian dan sumbangsing bagi pendidikan di Riau patut kita dukung penuh ," ujar Prof Junaidi.

Baca Selengkapnya
Mahasiswa Fahutan Unilak Juara 2 MTQ Riau ke XLI di Rengat Prestasi Mahasiswa
2025-10-20 • humas

Mahasiswa Fahutan Unilak Juara 2 MTQ Riau ke XLI di Rengat

Unilak Riau-Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XLI tingkat Provinsi Riau resmi ditutup Plt Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Masrul Kasmy,di astaka utama kawasan Danau Raja Rengat, Sabtu Malam (18/11/2023) .  Kegiatan yang dibuka Plt. Gubernur Riau 11November lalu dihadiri juga Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Bupati Indragiri Hulu Rezita Meylani Yopi,  Wakil Bupati Junaidi Racmat, Anggota DPRD Provinsi Riau, Bupati /Walikota dan KaKan Kemenag se Provinsi Riau, unsur ForkopimdaRiau dan Kab Indragiri Hulu, Ketua LPTQ Provinsi Riau, Majelis Hakim, Ketua LPTQ Se  Riau, kafilah 12 Kab/Kota se Riau dan undangan lainnya.  Bengkalis berhasil menjadi juara umum dengan nilai 82 poin, disusul Pekanbaru 64 poin, Rokan Hilir 53 poin, Indragiri Hilir 42 poin, Dumai 39 poin, Kampar 37 poin, Pelalawan 36 poin, Rokan Hulu 23 poin, Kep. Meranti 21 poin, Indragiri Hulu 20 poin, Siak 20 poin dan Kuantan Singingi 17 poin.  Diantara para peserta MTQ, terdapat mahasiswa Fakultas KehutananUniversitas Lancang Kuning Riau yang berhasil mengukir sejarah setelah meraih juara 2 kategori Tahfiz 30 juz plus tafsir bahasa Arab ia adalah Amar Abdullah. Dihubungi, Kamis, 23 November 2023 ia merasa senang dan terharu bisa juara. "Alhmadulillah senang rasanya, latihan dan ketekunan dalam menghafal membuahkan hasil, jika berusaha dengan keras, insyaallah berhasil. " Saat di Rengat ia membela kontingan Kab Pelalawan. Sementara itu Wakil Rektor III Unilak bidang Kemahasiswaan Dr Bagio Kadaryanto SH MH bersyukur dan senang mahasiswa Unilak mampu meraih juara. " Selamat untuk Amar,lagi lagi mahasiswa kita berhasil, setelah mahasiswa Unilak lainnya juara di Porwil dan Pomnas, Kini Amar juga juara di MTQ, semoga ini bisa memotivasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi, "ucap Dr Bagio.  

Baca Selengkapnya