Fakultas Pertanian Unilak Gelar Seminar Antar Bangsa, Hadirkan Guru Besar dari Malaysia.

Fakultas Pertanian Unilak Gelar Seminar Antar Bangsa, Hadirkan Guru Besar dari Malaysia. Teks foto: Rektor Unilak Dr.Hj.Hasnati, berfoto bersama dengan narasumber seminat antar bangsa yang diadakan faperta Unilak.Sabtu(3/11).ft humas Unilak
Unilak-Fakultas pertanian Universitas Lancang Kuning menggelar seminar antar bangsa  yang menghadirkan pembicara dari Internasional Business School Universiti Teknologi Malaysia, Prof,Dr.Asan Ali Golam Hassan, seminar mengangkat tema perspektif pertanian menghadapi revolusi industri 4.0 di aula Pustaka Unilak.Sabtu(3/11). Selain pembicara asal Malaysia, Faperta Unilak juga mengundang dua narasumber lainnya yaitu dari ketua perhepi (perhimpunan ekonomi pertanian Indonesia) Pekanbaru Dr.Ir.Ujang Paman M.Sc dan ketua peragi (perhimpunan agronomi Indonesia Riau) Riau Dr.Ir.Anthony.
 
Acara seminar dibuka oleh rektor Unilak Dr.Hj Hasnati, tampak hadir dekan Faperta Dra. Enny Mutryarny.M.P, guru besar fakultas pertanian Prof Dr.Syafrani, jajaran dekan, wakil dekan,dosen di lingkungan Unilak. Rektor Unilak saat membuka acara mengatakan pertanian menjadi sektor penting bagi pendapatan devisa negara. Setengah petani kehilangan pekerjaan karena kemajuan  teknologi pertanian yang menggantikan peran tenaga petani tradisional. Menghadapi itu tuntutan kreatifitas, penggunaan teknologi digital bagi petani menjadi penting.
 
 
"Di Indonesia mengalami  bonus demografi, petani tradisional masih banyak ditemui di Indonesia. Teknologi sudah ada di Indonesia tetapi akses petani untuk mendapatkan teknologi yang belum terpenuhi. Disinilah peran fakultas pertanian menjadi garda terdepan yang menerima dan memproses dampak revolusi industri 4.0 sekaligus nantinya bertujuan untuk mendistribusikan kepada petani petani di daerah daerah" ujar Rektor.
 
 
Ditempat yang sama  dekan faperta Dra. Enny Mutryarny.M.P, mengatakan tujuan seminar untuk memberikan wawasan khususnya kepada mahasiswa dan memahahi masuknya era revolusi industri yang melahirkan komputerisasi di bidang pertanian. "Peserta seminar berjumlah dari 250 yang terdiri dari dosen, dan mahasiswa Gaperta. Saat ini teknologi telah mempermudahkan aspek aspek kehidupan manusia, dengan ditandai dengan teknologi digitalisasi dan internet" ujar Dekan. Di tambahkan Enny, fakultas pertanian perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan kedepannya, dengan visi menjadi fakultas pertanian yang unggul tahun 2030 berlandaskan Budaya Melayu.
 
Acara seminar berlangsung sangat menarik, peserta  mahasiswa mendapatkan informasi dan pengalaman tentang kemajuan teknologi pertanian  langsung dari tiga narasumber. Dan juga di beri kesempatan untuk bertanya. Diakhiri acara dekan faperta Unilak memberikan cendramata kepada narasumber.

Baca Juga



Tulis Komentar