Kerjasama Fakultas Ekonomi Unilak dengan Badan Narkotik Nasional

Minggu,05 Maret 2017 - 11:09:am WIB | Posted By : Unilak Admin

UNILAK.AC.ID, PEKANBARU - Universitas Lancang Kuning (Unilak) bersama Badan Narkotik Nasional (BNN) Provinsi Riau dan Polda Pekanbaru bekerjasama dalam sosialisasi narkoba serta melakukan dialog interaktif dengan mahasiswa Unilak, Kamis (02/3). Kegiatan ini ditaja oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan dibuka oleh Wakil Rektor III, Dr. H. Eddy Asnawi, SH, MH mewakili Rektor Unilak. Dialog interaktif tersebut menghadirkan pembicara Kepala BNNK Kota Pekanbaru, AKBP Sukito, diwakili Kasi Rehabilitasi Novrizon, SM HK, perwakilan Dinas Kesehatan, Dra. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM, Kasat Binmas (Bimbingan Masyarakat) Polresta Pekanbaru AKP (Ajun Komisaris Polisi).

“Kegiatan ini sebagai bentuk pemberantasan Narkoba di Provinsi Riau, khususnya di kalangan pelajar atau mahasiswa. Kami atas nama Unilak, berterima kasih kepada BNN untuk mempercayakan Unilak dalam memerangi narkoba dan mengerahkan aktivis mahasiswa agar ikut andil dalam membantu Pemerintah. Mahasiswa tidak boleh menjadi musuh Pemerintah, namun membangun Negeri dengan mendukung program-program Pemerintah” ujar Dr. H. Asnawi, SH, MH dalam sambutannya.

Berdasarkan laporan dari Polda, mahasiswa merupakan pemakai tertinggi sekaligus pasar terbesar para pengedar narkoba. Untuk itu, Dika Irawan yang merupakan ketua BEM Fekon memotivasi teman-temannya agar jangan takut untuk melapor jika mengetahui ada seseorang pemakai maupun pengedar di lingkungan sekitarnya karena pihak kepolisian akan menjaga kerahasiaan pelapor. "Selain itu, ditemukan zat adiptif jenis baru yang terbanyak di Rokan Hulu dan Bengkalis, menurut United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC/Badan PBB untuk Kejahatan Narkoba) secara resmi menyatakan bahwa Indonesia sudah menjadi jalur utama perdagangan narkoba Internasional,” kata Novrizon, SM HK. Dalam materinya, Novrizon, SM HK menyampaikan upaya penanggulangan narkoba ini dengan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan.

Dari tahun ke tahun, disebutkan adanya peningkatan jumlah pemakai narkoba yang dengan ini statusnya sudah darurat sehingga perlu adanya partisipasi aktif oleh masyarakat. Provinsi Riau tidak hanya sebagai tempat penyelundupan, namun juga saat ini menjadi sasaran Internasional. Sedangkan Dra. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM menyarankan agar hati-hati dalam bergaul karena para pengedar ini sangat kreatif dalam menyelundupkan narkoba ke seluruh Indonesia dan para mahasiswa harus tahu bentuk-bentuk narkoba agar tidak bisa dijebak oleh pengedar.

Bagi yang sudah terlanjur kecanduan, beranilah melapor ke BNNP Riau untuk disembuhkan melalui rehabilitasi dan jauhi narkoba.