Fakultas Ekonomi Unilak Hadirkan Seminar Nasional dan Kuliah Umum Manajemen Pajak dan Tax Amnesty

Rabu,01 Maret 2017 - 02:11:pm WIB | Posted By : Unilak Admin

PEKANBARU- Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar Seminar Nasional dan Kuliah Umum dengan tema Manajemen Pajak dan Tax Amnesty. Kegiatan ini untuk mendukung prodi akutansi yang memiliki mata kuliah tentang pajak. "Acara ini bersempena dengan  kuliah perdana angkatan VIII Magister Manajemen dan angkatan VI Magister Hukum dan kuliah umum S1 Fakultas Ekonomi serta penandatanganan MOU Tax Centre antara Kanwil Djp Riau Kepri dengan Unilak dan yang akan menjadi pembicara yaitu kabid pemeriksaan, penagihan, Intelijen dan penyidikan Kanwil Djp (Direktorat Jenderal Pajak) Riau Kepri, Agus Satriaji Utara, SE, M.Si, Anggota IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) Provinsi Riau/ Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Jeni Wardi, SE, M.Ak dan Anggota IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) Cabang Pekanbaru/ Ka Prodi MM Pascasarjana Unilak, Dr. Sudarno, M.M, BKP" kata Dekan FE di Unilak, Selasa (28/2/2017). Sedangkan menurut  Bagas Sitorus, perwakilan Kanwil Djp Riau Kepri berharap bisa bersinergi dengan Universitas Kebanggaan Unilak, amnesty pajak merupakan kewajiban rakyat Indonesia untuk Negara.

Bagas menambahkan untuk para Mahasiswa untuk memahami materi pajak dan jika ada yang ingin belajar lebih lanjut, bisa langsung datang ke Kantor pajak. Kerjasama antar Unilak dan Kanwil Dip Riau Kepri dibuka secara resmi oleh Rektor Unilak, Dr. H. Hasnati, SH. MH, "Tugas wajib pajak ini, tidak hanya kewajiban petugas pajak namun juga kewajiban kita bersama (khususnya di dunia kampus) dan tax centre merupakan tempat pembelajaran tentang perpajakan yang bisa berkontribusi dalam mengkampanyekan akan pentingnya membayar pajak". Ujar Dr. H. Hasnati, SH. MH.

Agus Satriaji Utara, SE, M.Si, mengatakan Tax Centre ini berada di Unilak sebagai salah satu fungsi untuk menuju Unilak Unggul 2030.  Maksud dan tujuan amnesti pajak sebagai pertumbuhan ekonomi melalui warga negara yang berada di luar negri untuk kembali ke negara asalnya dalam aset jangka pendek ataupun jangka panjang. Dikemukakan lebih lanjut, tiga stakeholder utama amnesti pajak yaitu NKRI, Wajib pajak dan Djp. "Penggunaan hasil amnesti pajak pada perekonomian negara untuk APBN, Manfaat lainnya yaitu bagi wajib pajak yaitu penghapusan hutang, tidak dikenai sanksi administrasi dan pidana perpajakan, tidak dilakukan pemeriksaan atau penghentian pemeriksaan, jaminan rahasia dan pembebasan pajak penghasilan" kata dia.

Peserta yang hadir adalah para mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Magister Manajemen Hukum Unilak, yang terdiri dari berbagai semester dan dosen sebanyak 200 peserta. Dalam rangka pemahaman akan pajak, mahasiswa dapat mendukung amnesti pajak yang akan berguna untuk pendapatan negara.   "Ke depannya akan ada pelatihan-pelatihan yang bekerjasama dengan Kanwil Pajak, diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa" Drs. H. Bambang Suroto, MM menjelaskan dalam sesi wawancara.