Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Usaha Kampus, Universitas Lancang Kuning Jalin Kerja Sama dengan UII
Universitas Islam Indonesia (UII) kembali memperluas kolaborasi institusionalnya dalam rangka peningkatan mutu dan tata kelola perguruan tinggi. Dalam acara yang bertajuk Seremoni Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Antara Universitas Lancang Kuning dan Universitas Islam Indonesia pada Senin (12/10) di Ruang Datar Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito UII, kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dirangkai dengan kegiatan studi banding oleh delegasi Unilak di Kampus Terpadu UII.
Mewakili Rektor UII, Prof. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan menyambut hangat kedatangan rombongan delegasi Unilak. Dalam sambutannya, Prof. Rifqi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus memaparkan secara singkat sejarah perkembangan UII, mulai dari ekosistem kampus terpadu hingga pengelolaan program studi dan fakultas yang terus berkembang merespons kebutuhan zaman.
Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan studi banding ini difokuskan pada tiga ranah strategis, yakni sentralisasi tata kelola keuangan, mekanisme pengembangan unit bisnis kampus, serta tata kelola program pascasarjana. Menurutnya, Unilak bersama Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji tengah berupaya melakukan transformasi tata kelola agar lebih optimal, efisien, dan mandiri secara finansial.
“Kami dari Unilak dan pihak Yayasan memiliki keinginan yang besar untuk belajar dari UII, khususnya tentang bagaimana Yayasan Badan Wakaf UII dapat menjadi supporting system yang luar biasa dalam ekosistem pendidikan. Kami ingin mempelajari bagaimana UII membangun unit-unit bisnis dan mengelola keuangan secara sentralistik, sehingga kami ke depan tidak hanya bergantung pada SPP mahasiswa,” tutur Prof. Junaidi.
Menanggapi hal tersebut, forum diskusi mengupas tuntas praktik baik yang selama ini dijalankan oleh UII di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII. Dijelaskan bahwa sentralisasi tata kelola keuangan dan SDM di UII dikelola langsung oleh Yayasan. Untuk menopang kemandirian finansial kampus, YBW UII telah mendirikan dan mengelola berbagai unit usaha strategis yang berbadan hukum (PT), mulai dari Rumah Sakit UII, hotel, SPBU, hingga produksi air minum dalam kemasan. Hal ini dilakukan agar operasional pendidikan tidak semata-mata membebani mahasiswa, melainkan didukung oleh pemasukan dari ragam unit usaha kampus.
Selain itu, sesi diskusi yang dipandu oleh Prof. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. ini juga membahas tantangan dan dinamika pengelolaan program Pascasarjana (S2 dan S3) serta pentingnya akreditasi laboratorium sebagai salah satu sumber pendapatan layanan dari pihak eksternal.
Puncak dari agenda ini adalah penandatanganan Dokumen Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tentang Pelaksanaan Unit Usaha Kampus. Penandatanganan Dokumen Nota Kesepahaman dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Keberlanjutan Prof. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. sebagai perwakilan dari UII dan Rektor Universitas Lancang Kuning Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D. Dokumen yang kedua yaitu Perjanjian Kerja Sama tentang Pelaksanaan Unit Usaha Kampus yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan Prof. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc., Ph.D. dari pihak UII bersama Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Administrasi Unilak, Dr. Jeni Wardi, S.E., M.Ak.
Dengan kerja sama yang terjalin, diharapkan UII dan Unilak dapat terus bersinergi, saling bertukar pengalaman, dan memperkuat tata kelola kelembagaan masing-masing di masa mendatang. Acara kemudian ditutup dengan sesi pertukaran cenderamata dan foto bersama.Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak.
Dari delegasi Unilak turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, Drs. H. Zaini Ismail, M.Si. beserta jajaran pengawas dan pengurus yayasan, jajaran Wakil Rektor, serta para Dekan di lingkungan Universitas Lancang Kuning. Sementara dari pihak UII, turut hadir jajaran pimpinan universitas, direktorat, dan perwakilan fakultas yang mendampingi jalannya diskusi. (NKA/AHR/RS)